Wednesday, 7 September 2011

Segalanya Sudah Ada

Ketika angin berhembus, sebenarnya segalanya
telah ada peraturannya.
Semuanya telah berawal dan akan menuju ke sebuah akhir.
Di mana awal berawal, di situ akhir bermulai.
Awal dan Akhir hanyalah sebuah intuisi, ketika semuanya berasa,
Di situlah itu adanya.
[080911 13.08]




Saya mempercayai yang namanya sebuah pertanda. Sebuah petunjuk untuk memulai segala sesuatu. Sebuah petunjuk yang nantinya juga akan membawa kita kepada suatu kisah yang akan kita selesaikan, atau dengan bahasa yang mudah, Pertanda akan membawamu dan menunjukkan kepadamu kejadian apa yang akan kamu lakukan selanjutnya. Entah ini sebuah kebodohan atau sebuah kelebihan, tapi saya meyakini bahwa suatu kejadian yang kita alami ternyata memiliki koneksi dengan kejadian lain yang kita alami, tanpa kita sadari secara naluri. 

Semuanya itu seperti sebuah Firasat, sebuah petunjuk, sebuah intuisi yang kemudian pada selanjutnya akan membimbing kita untuk melangkah selanjutnya. Sebenarnya semua orang memiliki pertanda itu dan juga firasat itu. Sederhana saja, ketika kita dihadapkan pada suatu kondisi, secara langsung otak kita akan merespon segala sesuatunya dengan sangat mendalam dan luar biasa. Misalnya saja, ada seseorang yang baru saja menemukan dompet di jalan, secara cepat otaknya akan bereaksi. Otak akan memproses kejadian yang ada di depannya dengan segala pertimbangan dan kemungkinan selanjutnya. Inilah yang saya sebut sebagai Firasat dan Pertanda sebagai hasil dari proses berpikir. Jika orang itu mengambil dompet tersebut, tentunya banyak kemungkinan kejadian yang akan dia alami. Otaklah yang pertama menyajikan kemungkinan- kemungkinan tersebut. Jadi bukanlah hal yang tidak mungkin jika sebenarnya semua orang mampu mengoptimalkan otaknya untuk kemudian menemukan sebuah jembatan penghubung antar kejadian yang dia alami.

Hubungan kausalitas mungkin juga ada kaitannya dengan pembahasan ini. Ketika ada sebab disitulah akibat akan bermassa. Semuanya sepertinya singkat. Tapi saya yakin, ada sebuah linking yang menarik suatu kejadian ke kejadian berikutnya. 

Walaupun nampaknya hal ini mustahil, tapi sepertinya segalanya telah ada. Bukan tak heran ketika kita merasa ada de javu yang kita alami terhadao sebuah vision yang akan kita alami pada kemudian hari, ini seolah-olah menunjukkan bahwa sebenarnya ketika kita memulai suatu kejadian, kita sebenarnya menarik kejadian lain yang akan kita alami, atau secara tak langsung ketika kita memulai sesuatu, kita sedang membuka lembaran selanjutnya pada buku tulis yang masih kosong untuk kita tulis.

Apakah kemudian ini hanyalah sebuah kebetulan semata? Saya rasa tidak, mungkin inilah sebuah intuisi. Dari Wikipedia saya kutipkan intuisi pada pengertian ranah pengetahuan, 
Intuition is the ability to acquire knowledge without inference or the use of reason.[1] "The word 'intuition' comes from the Latin word 'intueri', which is often roughly translated as meaning 'to look inside'’ or 'to contemplate'."
Seperti yang dikatakan di atas, bahwa intuisi terjadi tanpa adanya inference dugaan dan hanya berlangsung pada waktu yang tepat. Tepat di sini maksudnya adalah saat-saat dimana ketika kejadian yang kita alami benar-benar memiliki pengaruh terhadap kejadian yang lain. Memang semua kejadian memiliki pengaruh terhadap kejadian yang lain, akan tetapi intuisi akan muncul ketika kejadian yang kita alami pengaruhnya akan sangat hebat terhadap kejadian selanjutnya. Juga, intuisi muncul karena adanya sebuah contemplation atau sebuah rasio pikiran yang sangat mendalam terhadap segala sesuatu, dan rasanya itu memang benar. Jika kita berpikir secara serius, link terhadap kejadian selanjutnya akan mudah terlihat visionnya. Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimana kita akan mengoptimalkan pikrian kita tersebut?

Tuesday, 6 September 2011

This is My Story

When friends come on you, 
Never be worried about it.
It gives you a light,
Not only just a guidance.

This is my life, and it's my own, when life gives us a chance to feel what it has, lets pray since life's so generous to get us inside, be yours, be yours and be yours!
( 060911 19:30)

Manusia memang sebuah koloni, ketika dia bergerak, segelintir anggota akan segera mengawalnya untuk membuat sebuah koloni baru. Sama halnya ketika kita dihadapkan pada situasi yang baru, sebuah koloni -perkataan singkat untuk sebuah pertemanan baru yang akan terbentuk, akan segera menyambutnya dengan tangannya yang hangat.
Sudah lebih dari  dua semester, akhirnya saya menemukan a little thing called FRIENDSHIP, hehehe.. sedikit mengutip sebuah judul film yang tadi secara tidak sengaja, atau emang disengaja diceletukkan oleh teman saya, si Pipit. Ya, kami memang sudah berteman sejak semester 2, hingga kini mau menginjak semester 5. Hampir dalam segala hal kita sejalan, dan mapan. Hahaha.. bahasa yang terlalu berlebihan untuk dikatakan. Kadang, kita keasyikkan dengan dunia kita masing-masing, sehingga membuat sebuah pertemuan saja, menjadi hal yang luar biasa, karena waktu adalah musuh kami yang teristimewa. Tapi, kadang ketika pertemuan ini sudah terjalankan, ini menjadi sebuah moment dimana saya, dan mereka, menjadi  sebuah hal yang lebih dari sekedar istimewa, mungkin jika dikatakan dengan Gaya Bahasa Alaynya, mungkin seperti mahalnya konser Michael Jackson jika dia masih hidup.
Dari semuanya saya sangat bersyukur kepada mereka. Bisa dikatakan mereka lebih dari sekedar baik, saya senang ketika moment bersama itu bisa dijadikan ajang bersilaturahmi dan juga berbagi rejeki masing-masing, hahaha... sungguh, tak ada yang akan menolaknya.
Baiklah kalau begitu kita akan mereview sebentar tentang mereka, coba kita check::

Dia adalah Cindy Cyrus, itu mah nama palsunya ajah, biar dia tenar, hahahaha... tapi dari semua sikap buruknya, -karena yang paling baik adalah saya dong, hahahaha... dia adalah teman yang paling gokil banget. Hal yang paling positif yang bisa dia banggakan dari dirinya adalah tulisannya yang bagus, dan dia rapi sekali. Tapi sayang, rambutnya akhir-akhir ini tidak rapi, bahkan tidak hanya saya yang berkata demikian temen-temennya juga ada yang bilang malah lebih parah lagi, sampe bilang gini::
"Mbak Pit, Mbak Pit, aku tuh ngiri sama tulisan mbak Pit yang bagus dan rapi, tapi sayang rambut mbak Pit gak serapi tulisannya"
Hahhhaahha... tapi dia sangat DOWN TO EARTH....

Yang kedua adalah si Arum yang agak-agak gimanaaaa gitu ya, aduh kalo dia mau jadi artis, pasti udah banyak sekali pria yang dia tolak, hahahaha.. just kidding with your own story, hehehe.. sangat pintar dianya, dan agak aneh, dan terlalu polos. Tapi justru dengan segala kepolosannya yang ala kadarnya itu menjadikan setiap bertemuan berasa istimewa dan tak ada duanya. Saluuuttt...

Ya, that's life, when it must go on, it still gives us a taste of friendship. Sepertinya itu harapan masyarakat banya, ketika kita meneruskan hidup, harus ada pembelajaran dan kenangan yang kita bawa, salah satunya tadi, a little thing called FRIENDSHIP! Jangan sampai jadi The Rolling Stone yang Gather No Moss, okey, sekian dulu ya Jamaahh, nanti kita lanjut lagiii....