Wednesday, 26 September 2012

Reaching Out Of Our Zone


Sometimes it needs more than just once checking whether you are ready enough to let yourself out of the common way you step on. The big consideration is that you are already feeling too much comfortable with the way it goes. 

Saat- saat seperti inilah yang sedang dan bahkan mungkin akan kita hindari. Saat kita benar- benar terlalu nyaman in a particular position or even situation in which it leads us into what we are eager to have. Sangat sayang sekali meninggalkan what we are right now rather than choosing to be someone else or to be what we may would be. 

Saya pernah mendengar sebuah istilah tentang comfort zone. Dan saya mengalami itu. Untuk saat ini, exactly I possess what people say about comfort zone. Apparently, I'm enjoying my life whenever it would go leading me to somewhere or nowhere but exactly, the thing's, I enjoy to be what I am now.

Saya bisa hidup dengan kondisi seperti saat ini adalah sebuah nilai positif yang harus saya akui bahwa saya memiliki confort zone saya. I ,once, talked to my friend, discussing about this point of view, and we agreed that both of us have already had our comfort zone, meaning that we could support what we wanna from what we are now, seperti sekedar mempertahankan gaya hidup kita yang sebenarnya juga hampir dekat dengan yang namanya jiwa konsumtif. Tapi at least, kita masih bisa memenuhi semuanya dengan apa yang kita peroleh dari apa yang kita kerjakan sehari- harinya. Dan kita sepantasnya bersyukur terhadap semua itu.

Tapi kembali lagi ke konsep awal. Apakah kita hanya sekedar akan bertahan pada status kita yang memiliki zona aman kemudian lantas menikmatinya tanpa berani keluar dari zona yang sudah mengamankan kita dari segala macam keadaan termasuk mempertahankan gaya hidup kita?

Well, I personally, belum berani untuk melangkah keluar dari zona tersebut. Belum berani hanya untuk sekedar menjenguk keluar lalu melangkah lagi ke dalam zona tersebut kemudian menikmatinya seperti sebelumnya.

Dari obrolan saya dengan salah seorang teman saya, ada banya pertimbangan kalau kita memang definitely ingin get out form our comofrt zone and reaching another zone which may need more than just an ordinary endeavor. Salah satunya adalah persoalan bahwa sebagian besar hidup kita bergantung pada zona aman tersebut dan jika we decide to take ourself out of that zone, kita akan mengalami ketimpangan hidup. Simply, it deals on financial supporting and other case. So how would we maintain the rest of our lives when we still need the main support for our finance?

Itulah yang menjadi pertimbangan besar saya.

Honestly, I wanna someday, get out of what zone I am in, but then when almost 80% of our lives supported by that zone could we just easily reach out another zone?

For some reasons, some people decide to get this condition. And I really appreciate the way they do that thing. As always, I just could clarify bahwa ini bukan sekedar pertaruhan mau atau tidak, bukan sekedar persoalan apakah hidup akan sesimple ketika kita punya the previous zone. Ini adalah persoalan komitmen. Komitmen untuk bangkit dan berusaha lagi dari awal, dari permulaan. Kemudian kita akan tahu bagaimana it would go as we may have experienced another way before.

~Osy~