"DO something you LOVE and you will NEVER have to work a day in your life."Confucius
Saturday, 6 October 2012
Simply, Do What You Love
Wednesday, 26 September 2012
Reaching Out Of Our Zone
Friday, 31 August 2012
I am Happy and You?
Wednesday, 29 August 2012
It's Time to See YOU!
Wednesday, 22 August 2012
Antara Kebebasan dan Kesendirian
Thursday, 9 August 2012
My Life's So Jazzy
Wednesday, 8 August 2012
Mimpi dan Hidup
Thursday, 10 May 2012
Dear Someone
Melihatmu sama seperti menikmati senja di sore hari. Meresapi setiap teriknya. Memandang halus setiap bulir cinta sore matahari. Dan itu canduku.
Seperti saat ini. Berdiri di antara orang-orang yang memesan satu paket makanan cepat saji yang menu utamanya ayam goreng, aku menghempaskan pikirku sejenang ke selayang senja yang menggelitik perhatianku. Wajar saja jika aku merindukanmu. Senja adalah canduku. Canduku yang mengisap sepiku dan menggantikannya dengan amukan rindu akan kamu. Sudah aku empas jauh-jauh rindu ini. Tapi seiring dengan semakin berderunya sinar senja menghujani setiap sudut tempat makan ini, bahkan sinar temaram sorenya menyentuh lantai-lantainya menciptakan bayang panjang sore, aku jadi semakin yakin bahwa kau adalah sinar soreku. Tapi biarlah toh aku juga menikmatinua.
Tiba giliranku sekarang. Aku meneasan satu paket nasi lengkap dengan ayamnya dan juga coke. Semuanya lengkap untuk mengusir sore ini. Apalagi ingatanku akan kamu. Oh lupakan-lupakan. Sudah ayo segera bergegas membawa nampan ini dan mencari tempat makan yang seru.
Pikirku sekilas tertuju pada jam di cashier tadi. 17.17. Lucu juga ya. Pengulangan angka yang sama. Sama seperti dulu. Sering juga aku dan kamu berlomba mencari pengulangan waktu seperti sore ini. Dan kamu selalu jadi yang pertama. Kamu lebih dahulu menemukan kombinasi angka yang sama pada jam digitalmu. Aku mencemburui itu.
Akhirnya aku mendapatkan satu kursi di ujung yang sepertinya akan menjadi penghabisanku sore ini. Senja itu telah menyita perhatianku, membuat tingkat kelaparanku lebih tinggi dari biasanya. Memang benar. Sekali kau menyita aku, sekalian juga aku merasa lapar. Mungkin ini bodh. Tapi ini natural. Dan aku berterimakasih akan hal itu, karena dengan begitu aku akan menjadi lebih gemuk sedikit.
Tanganku terasa lebih cepat tanggap kali ini. Buktinya nervosaku baru saja memberikan stimuli sekejap, tanganku sudah meremas ayam goreng itu. Dan yang terjadi kemudian adalah pembantaian di meja makan ini. Tapi biarlah. Toh aku lagi-lagi menikmatinya.
Senja semakin merendah. Aku diuntungkan. Karena musim kemarau ini membuatku lebih ganas menikmatinya. Tanpa ampun. Langut semakin keemasan. Aku semakin berniat menghabisi makananku.
Sesaat aku ragu.
Tiba-tiba ini menyeruap.
Kamu begitu jelas. Dan aku semakin tersiksa. Berulabng kali aku katakan dan aku kuatkan. Sekali kau membayangiku. Aku bertekuk lutut. Sepertinya kamu memang lebuh tangguh dari aku.
Nasiku sudah habis. Tapi siksaanmu lebih dalam. Menusuk lebih dalam. Ah.. Kau. Senja semakin turun. Aku semakin yakin bahwa saat ini langit kebih keemasan lqgi. Tapi aku memilih untuk tidak melihatnya.
Kamu memang lebih jago dari aku. Kamu lebih bisa membuatku tersiksa saat harus merindumu. Dan ini sudah meyiksaku.
Pukul 18.00
Maghrib telah lewat. Dan aku belum beranjak. Semakin aku menikmati senja, disatu sisi aku terbakar akan nasibku sebagai tukang rindu. Di sisi lain aku merasa senja bersahabat. Emasnya lebuh terasa sampai Ke dalam.
Sejenak aku hendak beranjak. Dalam kebesaran hati menerima kekalahan ini. Aku mencoba menyikapinya dengan dewasa. Tapi lagi-lagi aku harus kalah.
Kembali aku dudukan aku yang kalah ini. Menikmatinya. Sakitnya.
Pada akhirnya aku merasai. Kesepian ini membunuhku. Tapi sudahlah. Karena pada dasarnya aku harus mengalah. Mengalah pada rindu akan keberadaanmu. Tapi itu hanya sebuah stigma belaka. Kali ini aku benar- benar beranjak dari tempatku duduk. Meninggalkan piring kosong dan sisa- sisa tulang ayam. Gelas coke-ku sudah kosong. Dan aku berangkat.
Sesaat aku menengok jam digital di cashier tadi. Pas.
18:18
***
Pukul 18:18
Di saat yang sama ...
Dear kamu,
Aku tahu. Kali ini aku menang lagi. Tak bisa kau pungkiri lagi. Karena aku selali kebih beruntung dari kamu. Angka ini mewakili perhelatan kita. Kamu kalah. Aku menang.
Wednesday, 2 May 2012
Dear Someone,
Betapa lemahnya aku saat kau melayangkan jurus saktimu. Melumpuhkan setiap sendiku. Mengikatku pada sebuah buaian lemah bahwa aku adalah manusia tak bernyawa saat kau menatapku seperti itu. Sungguh, aku mati rasa saat itu.
Wednesday, 25 April 2012
Sunset Catcher
I start this writing with the open minded on what the nature shares its knowledge in beauty. I consciously understand how it is and the beauty which is transferred directly onto the viewer every second we may take. Well, it's hard to understand without saying what I am gonna straight to.
As my friend told me, several months ago, or if I am not mistaken, it was about last year. She said that I am a freaky traveler. For some reason, I would say a big YES as I can. She said like that after she gotta see what I wrote on the previous postings on my blog. I put some photographs on my way home. And I called it as my little travelling.
I love the way I enjoy I am enjoying my way. This seems that I own the way, and I am the only man who dares to push the dangerous and take the risk. I said it is true. And that is me. Since I am enjoying my way there is no more big worries for me to be independent. I am just felling when I do enjoy the way I have, I pursue my self that there is none even would spoils my way, I am just feeling I am the only one owning the way, so it's gonna shit man when you see me talking loudly, and sometimes I scream, and singing more on my way during I am taking the time on way home. It's gonna be rock man!! \m/
Over all, I love the time when the sun goes down. Sunset is more than just an oasis in the desert. No more big compromise to handle it. I am pursuing my self trusting this. After having a time on my googling time I found a big saying about sunset, as I put as the only one I concern about, and everyone knows that it has to be a good time to feel the time when it goes down after a day breezing us with its glory. It is said that,
"Peace... is seeing a sunset, and knowing who to thank. "
Unknown
Believe it or not, I feel a big speechless when I am facing that moment. Sunset is just a sunset, but it is a peace. Feeling and realizing, sometimes it also guides us to feel and see what we have done along that day. So far, personally, sunset sets me onto the unpredictable moment to see how bitchy I am seeing that day, and I know how I should appreciate the way God creates the exciting time. It is one of capturing time on my sunset, and everyone has to say it. That sunset belongs to each you. Feel that, and see that, how dirty you are, and you will see to whom you gotta say thank you :)
Saturday, 14 April 2012
When SINCERITY Names in Our Way
![]() |
| Mother Robin |
"Every baby's first breath on Earth could be one of peace and love. Every mother should be healthy and strong. Every birth could be safe and loving. But our world is not there yet,"
Salam Indonesia yang Hangat,
~Osy~
Tuesday, 10 April 2012
Cerita Perjalanan #2
- Posong, Kledung, Temanggung : Sebuah destinasi lokal yang membawa saya untuk menikmati gunung lagi karena daerah ini tepat berada di lembah Gunung Sindoro, Anda pasti akan sangat menykainya karena akses jalan menuju sana cukup lumayan walau berupa jalanan tatanan batu yang lumayan rapi, mobil pun bisa sampai atas. Anda bisa menikmati sunrise di sana, jadi berangkatlah pagi-pagi habis subuh, ada gazebo juga di sana, dan kalau Anda beruntung bisa menikmati kopi dan gorengan panas di sana.
- Taman Kiai Langgeng : terakhir saya mengunjungi taman bermain ini ketika SD, jadi sekalian membuka kenangan dan mengerjakan tugas Tourism saya berandai- anda menjadi anak kecil yang diajak bermain ke taman ini. O ya, di bagian belakang cukup asri dan rindang, mengobati kangen pada gunung :)
- Puncak Telomoyo : adalah impian saya untuk bermalam di gunung, dan saya berhasil walau hanya di puncak Telomoyo. Bagi saya tak ada yang lebih indah selain menikmati malam di gunung, melihat lampu kota dan menikmati dinginnya :)
- Candi Borobudur, bermodal tugas Tourism lagi, akhirnya bisa menikmati candi dengan suasana yang lebih enak, pas di siang menuju sore, dijamin lebih nyaman apalagi pas agak mendung walau harus basah- basahan :(
| Sunrise di Kledung, Temanggung |
| Posong, Kledung, Temanggung |
| Sunrise di Posong |
| @ Posong |
| @ Taman Kiai Langgeng |
| Sunrise di Telomoyo (Tertutup Kabut) |
| @ Telomoyo |










