Beberapa malam yang lalu, kalau tidak salah ketika malam Kamis, saya dan adik serta ibu saya menonton sebuah acara di salah satu stasiun TV swasta di Indonesia yang dipandu oleh Deddy Corbuzier. Bagi saya acara- acara talk show semacam ini sangatlah memberikan impact yang luar biasa bagi saya, bukan hanya sekedar ngobrol ngalur ngidul saja, tapi tekhnik bercerita tanpa dibuat-buat ini mengandung suatu kejujuran akan kisah yang dibagikan, dan saya sangat menggemarinya.
Pada saat itu yang menjadi bintang tamu adalah seorang artis dan calon suaminya (pada saat itu, karena kabarnya resepsi pernikahannya akan digelar beberapa hari lagi) yaitu Soraya Larasati dan Doni Amaldi, serta satu lagi bintang tamu yang diajak ngobrol oleh magician yang kondang itu, Robin Lim.
Inilah yang membuat saya merasa tergugah untuk kemudian menuliskan sebuah postingan sederhana diblog pribadi saya. Yang membuat saya merasa kagum dengan orang yang satu itu adalah (lagi-lagi) warga asing merasa sangat peduli dengan kita, sementara kita (kebanyakan dan sering) kurang mempedulikan Indonesia, sebuah negara yang kaya akan penduduknya dan kaya akan kekayaan alam, tapi menurut saya, kita sangat miskin akan kepercayaan diri dan saling memahami satu sama lain (maaf).
![]() |
| Mother Robin |
Robin Lim adalah seorang warga Amerika yang saat ini menetap di Bali, Indonesia. Beliau adalah founder dari Yayasan Bumi Sehat (Healthy Mother Earth Foundation) yang sudah menangani banyak kasus mengenai kelahiran. Seorang sosok yang patut diberikan lebih dari sekedar penghargaan dari CNN.com di tahun 2011, karena pada perhelatan itu Ibu Robin atau Mother Robin memenangkan penghargaan CNN's Heroes of the Year yang membuatnya semakin dikenal dan semakin mengagumkan.
Sebuah pengorbanan dan kerja keras yang seharusnya Indonesia lebih bisa mencontohnya ketimbang harus merasa seolah-olah saya menang dan kamu salah dimata orang banyak yang hanya sekedar ingin mencari political image saja. Saya pribadi sangat menyayangkan ketika para anggota parlemen yang terhormat harus berselisih paham yang merujuk kepada sebuah intrik politik yang ditutup-tutupi sehingga memberikan kesan mendalam bagi rakyatnya yang membuat kita terbuai akan sikapnya yang seolah-olah membela rakyat padahal nonsense. Cukup!
Indonesia harus banyak belajar pada Ibu Robin, akan arti sebuah ketulusan (sincerity) kepada sesama terutama mereka yang masih sangat mebutuhkan uluran tangan kita. Seperti yang telah banyak diberitakan di media bahwa Ibu Robin tidak pernah meminta ongkos persalinan yang telah mereka lakukan. Dia adalah sosok yang sangat mengerti keadaan. Beliau tidak bergabung dengan komunitas elit sosialita tapi beliau bersama- sama membangun sebuah kepercayaan akan arti kebersamaan dan saling mengulurkan tangan untuk semua warga yang membutuhkan bantuan tanpa mengharap sebuah timbal balik berupa materi berlebih.
Ibu Robin sangat merasa khawatir terhadapa tingginya kasus kematian ibu hamil dan bayinya yang baru saja dilahirkan di Indonesia. Banyak kasus kematian pendaharan yang terjadi pada ibu-ibu hamil yang kurang mendapat perawatan setelah proses kelahiran. Tindakannya juga merupakan sebuah protes sosial menurut saya, ketika proses persalinan di rumah sakit sudah dikomersilkan dan membuat banyak ibu-ibu harus berpikir dua kali ketika akan melahirkan. Tapi, salut bagi Kementerian Kesehatan yang saat ini telah memberikan asuransi kelahiran.
Semua yang telah beliau lakukan adalah sebuah proses yang panjang, tapi bagi saya ini merupakan sebuah proses naluri alami bahwa manusia masih memiliki hati nurani yang bersih dan masih bisa mengasihi orang lain, sekalipun Anda bukan orang yang dekat dengan mereka. Bayangkan saja, Ibu Robin menjual rumahnya yang berada di Hawaii dan berpindah ke Indonesia.
Sunggug sebuah kepedulian yang saat ini sudah jarang. Saya tidak bermaksud untuk menghujat siapa pun, tapi marilah kita bersama bergandengan tangan. Melebur bersama dalam kondisi yang saling memahami satu sama lain dan menunjukkan bahwa kita manusia yang beradab dan bertanggung jawab pada sosialita di sekitar kita. Lupakan semua urusan pribadi Anda dan sisihkan semua itu ketika Anda dipanggil oleh masyarakat untuk bantuan Anda. Karena kita adalah manusia sosial.
Terakhir, sebuha quotes dari Ibu Robin ketika menerima penghargaan dari CNN,
"Every baby's first breath on Earth could be one of peace and love. Every mother should be healthy and strong. Every birth could be safe and loving. But our world is not there yet,"
Salam Indonesia yang Hangat,
~Osy~

No comments:
Post a Comment