![]() |
| Add caption |
Banyak yang saya pikirkan belakangan ini. Mulai dari memikirkan apa yang sebenarnya ingin saya raih di beberapa tahun ke depan, sampai dengan memikirkan apa yang ingin saya lakukan esok hari.
Dari beberapa sumber yang saya baca, memang pikiran manusia sangat dipenuhi dengan berbagai macam pemikiran. Mungkin kemacetan ibu kota masih terlalu sederhana untuk merefleksikan betapa padatnya otak kita. Tapi, bersyukurlah. Karena dengan adanya semua itu, kita masih bisa berbagi dengan orang lain, walau hanya sekedar ide.
Suatu ketika saya memiliki pemikiran yang cukup sederhana tentang hidup saya. Ini terkait dengan status saya yang telah diwisuda di kampus. Semenjak saat itu saya menjadi bingung. Kebingungan tersebut muncul lantaran saya tidak tahu akan posisi saya saat ini.
Kalau ditanya apakah saya menikmati kehidupan yang saya miliki saat ini, saya justru akan bertanya balik kepada si penanya. Konsep ‘menikmati’ yang diinginkan sebagai jawaban itu seperti apa? Apakah sesederhana saya menikmati proses menulis tulisan ini di depan laptop saya sambil memutarkan lagunya Afgan dan Maudy Ayunda? Kalau sesederhana itu saya akan menjawab ya.
Tapi tentunya tidak sesederhana itu. Kembali ke pemikiran saya mengenai status saya tadi. Ada beberapa hal yang saya risaukan belakangan ini. Saya memang telah lulus. Tapi bukankah orang- orang menerjemahkannya sebagai sebuah pemikiran baru dan juga awal baru untuk proses yang lebih panjang? Dan saya setuju itu. Kalau boleh jujur, lulus itu tidak enak. Pertama saya masih bingung saya akan menjadi apa. Kedua karena saya tidak memiliki kesempatan lebih banyak untuk bertemu teman- teman saya. Ketiga, saya hampir kehilangan 70% waktu ngobrol saya dengan teman- teman gila saya.
Yang lebih penting lagi adalah saya kehilangan kesempatan untuk belajar lagi. Entah ini menimbulkan kontroversi atau tidak, tapi saya merasa ketika saya sudah tidak dibebani dengan berbagai macam tugas kuliah, saya justru lebih malas untuk mencari kesempatan belajar.
Di atas semua itu, sebenarnya saya masih ragu mengenai apa yang sebenarnya saya cari dalam perjalanan cerita saya. Banyak sekali yang ingin saya raih dalam hidup saya. Mulai dari mendapatkan kesempatan untuk bisa melanjutkan pendidikan, mencari kesempatan untuk belajar bidang baru, hingga mencoba lahan baru yang sebelumnya belum pernah saya coba.
Dan semuanya itu harus melalui proses lulus terlebih dahulu.
Pada akhirnya saya kembali ke kesadaran awal bahwa semua ini adalah proses. Proses ini membawa saya ke dalam sebuah wahana baru dalam hidup saya. Saya menyebutnya sebagai wahana transisi hitam putih. Di tempat inilah saya akan mengambil langkah dan di sini jugalah saya menemui kegelapan antara hitam dan putih. Wajar saja. Ini adalah proses transisi.
Tidak ada yang lebih indah dari menikmati proses dan perjalanan yang ingin saya ambil. Dan proses ini berawal dari kelulusan saya. Satu hal yang ingin menjadi prioritas saya dalam beberapa bulan ke depan adalah menentukan titik tumpu untuk melangkah lebih jauh. Tapi, saya harus berjanji pada diri saya bahwa segelap apapun jalan yang akan saya ambil saya masih punya satu cahaya yang menguatkan. Tuhan.
Tidak ada yang lebih indah selain menikmati perjalananmu.
Selamat menikmati perjalananmu.
~Osy~

No comments:
Post a Comment