Wednesday, 1 February 2012
I am Shocked!!
Semuanya sungguh tak terduga. Kira- kira kemaren setelah maghrib, salah satu teman saya mengSMS saya, kalau dia baru saja bertemu dengan salah satu teman saya ketika SMP. Wah, senang juga ya. Sudah lama -hampir 7 tahun lebih tidak bertemu dengan dia, dan dia masih ingat dengan saya. Berarti memamng saya cukup meaningful bagi dia. Tapi, waktu itu SMS dari teman saya itu tidak segera saya balas, karena saya sedang konsen dengan sebuah tugas Praktek Mengajar yang harus saya selesaikan malam itu karena besok pagi akan saya gunakan untuk praktek.
Ketika pagi harinya, saya bertemu dengan teman saya tersebut yang kemaren bertemu dengan teman lama saya ketika SMP, dia tertawa. Lha kemudian saya tanya. Ada apa sebenarnya yang sedang terjadi, sehingga dia tertawa melihat saya. Lalu, ceritalah dia tentang pertemuannya pada hari sebelumnya di sebuah ATM ketika bertemu dengan salah satu teman SMP saya.
Pada awalnya saya berharap bahwa ini adalah cerita yang berkaitan dengan cerita masa lalu ketika SMP. Saya yakin semuanya akan bersemu merah ketika mengingat zaman- zaman SMP. Semuanya serba lucu dan lugu bagi kita, cenderung ke arah ketika Indonesia belum mengenal tulisan. Semuanya serba berbeda. Itu yang saya harapkan. Ketika semuanya akan berhubungan dengan cerita atau kisah ketika kita SMP yang serba lucu dan unpredictable untuk didengar
Tapi, saya juga heran. Ternyata teman SMP saya tidak menyinggung masalah hal tersebut. Lalu saya bertanya- tanya. Apa yang sebenarnya dia ceritakan kepada teman saya tersebut? Saya semakin curiga. Ternyata ketika bertemu dengan teman SMP saya itu, dia mengatakan bahwa saya dulu adalah mantannya. Saya ulangi ya, bahwa saya dulu adalah MANTANNYA. Saya coba ulang lagi ya, menurut dia SAYA ADALAH MANTANNYA. M-A-N-T-A-N-N-Y-A.
Seperti mendengar petir di siang bolong. Pikiran saya berkecamuk. Ini saya sedang mendapat April Mop atau apa. Saya heran perasaan ketika saya SMP dulu saya biasa- biasa saja. Dan, ya memang betul. Dia adalah salah satu teman saya, tapi saya tidak pernah merasa saya memiliki ikatan batin atau diluar batiniah dengan dia. Perasaan dia juga dulu biasa saja menganggap saya, dan saya merasa bahwa dia juga menganggap saya selayaknya MANUSIA BIASA. Tapi, tiba- tiba dia mengatakan seperti itu kepada teman saya.
Jujur, saya bingung menanggapi hal ini. Ini sebuah kebaikan atau kebrurukan. Saya merasa bahwa ini jika dilihat dari sisi saya, saya merasa bahwa ini adalah kesengajaan dan lebih kepada sebuah maksud yang kadang saya sendiri saja bingung mengartikannya. Kalau tidak kenapa IYA. Lalu saya bertanya, apa sebenarnya tujuan dia. Dia perempuan dan saya sangat heran mengutarakan hal tersebut kepada orang yang baru saja dikenalnya tidak dengan intim dalam waktu yang sangat singkat. Untuk instannya, saya merasa bahwa saya semakin GALAU dan bingung menerjemahkan hal tersebut. Sepertinya sebagai seorang perempuan dia bisa menjaga agar ketika dia bertindak ada hal yang harus dipikirkannya, saya merasa bahwa ini tidak etis.
Entah kenapa saya tidak suka, ya saya tidak suka saja. Bukan berarti bahwa saya menyesali kemudian kenapa dia tidak mengungkapkannya sejak dulu, bukan tapi pandangan saya terhadap dia sudah berubah. Kok ada ya perempuan seperti itu. Saya tertawa dan saya sedih.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment