Thursday, 16 February 2012

February On The MOVE


Serasa menelan sebuah bola dunia bulat- bulat tanpa sedikitpun air dan juga tarikan nafas yang melegakan guna sedikit melegakan menelan bola dunia yang segedhe gemblok itu. Itulah ironinya. Dan inilah kisah saya di minggu- minggu ke-3 di bulan February ini. Bukan saya menyesali eksistensi saya sebagai makhluk yang diberi anugrah mulut yang indah untuk sedikit mengeluh, tapi inilah cerita di bulan February yang saya rasa semakin komplit menambah daftar penat saya di bulan ini. Untungnya, sebuah tawaran menarik diberikan kepada saya dan saya sudah sangat ingin memuaskan dahaga saya akan satu hal yang sudah lama sekali saya tunggu- tunggu: LIBURAN!! Dan alhasil, February ini saya akan sedikit memanjakan diri saya dengan pelukan dan desahan mesra ombak di pantai Bali yang kata orang sangat aduhai itu. :)


Semuanya akan ngiri deh kalau kita sudah berbicara tentang Bali, semuanya akan meneteskan air mata dan air liurnya yang sangat aduhai ketika memikirkan Bali, saya pun demikian. Sudah saatnya saya melegakan urat yang ada di leher saya yang saya rasa semakin hari semakin kencang saja.

Tapi, ngomong- ngomong soal kencang dan penat tadi, apa sih yang menyebabkan saya sedemikian galaunya sampai- sampai untuk berbicara dan bercerita tentang hal ini saja saya harus menghabiskan air mata saya (dan ini lebay!). Baiklah pemirsa, coba Anda bayangkan. Hari Senin adalah hari keberangkatan kita rombongan dan fakultas untuk menuju ke Bali dan itu terhitung empat hari lagi. Oke, sebuah kabar gembira bagi saya karena saya tidak perlu lama lagi untuk membiarkan malam- malam saya tersedot karena saya sering terbangun dan merasa telah berada di Bali. Fine good!! Tapi sayangnya, sampai hari Minggu pun saya harus berkutat dengan sebuah event yang diselenggarakan oleh teman saya yang sangat ciamik dan memble itu yang mengadakan sebuah Bazaar buku dan juga banyak diskusi menarik soal Film, Book Publishing, dan juga Fiction Writing. Semuanya OKE pada dasarnya. Dan sangat OKE mendasarnya, dan didasari oleh ide yang sangat lebih dari sekedar OKE. Oke pemirsa???

Dan sampai hari Minggu juga, saya harus berada di sana memandu acara layaknya sebuah talkshownya Indy Barends dan juga Indra Bekti di Ceriwisssssss.... yooooo wiiiissss yang sangat melejit di Trans TV itu,

 atau layaknya sebuah acara di TV One yang kata teman saya kalau mau talkshow harus ada meja terus sama sofa, di atas meja ada cangkir- cangkir kopi yang entah ada isinya atau tidak; apakah hanya sebatas dekorasi atau sebuah elegansi sajian semata. Tapi saya sangat bersyukur karena bisa ikut andil di acaranya mas Ginanjar yang punya admin @Book_InLove di twitter itu!!

Tapi nih pemirsa, usut punya usut, ternyata besok Minggu ada Christian Simamora di acaranya Book In Love Magelang ( Nih cek aja linknya: http://www.facebook.com/groups/260901537311294/ ) dan sepertinya ini akan menjadi sebuah penutupan yang menarik bagi insan- insan manusia yang sangat keukeuh di jagad penulisan fiksi karena ahlinya menulis Fiksi dan Editornya Fiksi penerbit Gagas Media akan hadir di Magelang. Ih sangat uzur ya kalau tidak dimanfaatkan untuk datang, aniwe uzur itu apa ya???

Ada juga nih cerita saya bersama teman saya yang beberapa hari yang lalu hunting tempat makan dan berhasil menemukan warung Ronde yang sangat ciamik dan tiada duanya seperti tag line dari iklan biskuit kalau di bulan puasa. Hehehe... Namanya Ronde Pak Wilis atau Wiwis atau Wisis saya kurang ngeh aslinya, tapi yang jelas minumannya berasa diawan ke tujuh deh kalau sudah disruput ke mulut, ahhhhh.... sebuah momen istimewa pastinya kalau kita berhasil menangkap momen yang pas. Apalagi bisa hunting ronde ketika hujan jedher- jedher dengan petir yang kencangnya menemani kita meminum Ronde. Tempatnya ada di Kawasan Rolikuran Temanggung, atau di belakang Pasar Kliwon, Temanggung.

Tahu tidak apa yang membuat Ronde ini istimewa, satu, cita rasanya benar- benar PAS dengan suasana di Temanggung yang dingin dan nyerecep! Apapun istilahnya tapi sepertinya kata itu yang paling nancep pas di hati untuk mendeskripsikannya. Yang selanjutnya adalah, teman dari Ronde itu sendiri yang sangat berkesan bagi saya. Ada satu menu yang sangat istimewa. Sebenarnya adalah sebuah makanan yang lazim kita temui. Adalah tahu bacem. Ya, sangat pas ketika menikmati ronde sambil mencuil tahu bacem yang rasa manisnya meresap ke dalam setiap lapisan tahunya dan membuat lidah kita serasa kehilang seribu satu kata untuk melukiskannya dan ini sangat istimewa sekali!! Tapi, yang lebih membuat saya tercengang adalah ukurannya yang segedhe batu bata. Gila!! Ini tahu apa ganjal truk ya????
Ini nih, TAHU GEMBLOK yang gedhenya ngalahin kondenya pengantin Jawa! :D

Tapi terlebih dari semua itu, saya sangat menikmati momen itu!!
Jadi, February saya ini sangatlah istimewa daripada sekedar membicarakan tugas, pekerjaan, dan sumpah seraoah di twitter dan Facebook, akhir kata pemirsa, saya Jeremy Tetty undur diri dulu dari Wisata Kuliner, tetap sehat dan bersahaja seperti Pramuka dan Salam Dangdutthhhh....

~OSY~

No comments:

Post a Comment