Welcome back Holiday when all the time feel so ambitious. Serasa semuanya berasa indah saja saat- saat seperti ini, karena jujur saya lebih merasa bebas dan lepas. Saya bisa memilih untuk menjadi diri saya yang senang tidur dan menikmati hari. Itu saja. Sederhana mungkin kelihatannya, tapi ya mau bagaimana lagi karena hanya itulah yang sering saya suka. Well, Holiday means so much for me. Karena kebiasaan setiap hari saya habiskan di tempat kerja yang sangat menyita waktu dan energi saya, jadi moment seperti ini berasa seperti golden moment untuk saya, karena saya merasa menjadi diri saya sendiri. No matter what they're gonna say.
Saya sekarang semakin menyadari saja, kalau saya memang suka moment seperti ini. Bukan hanya soal Lebaran dan Liburan yang momentnya selalu bersama. Tidak hanya sekedar ketupat dan memohon lepat (maaf) tapi juga tentang waktu yang sangat berharga luangnya untuk mencipatkan me-time.
Jujur, akhir- akhir ini saya lebih suka mengamati orang lain yang serba sibuk di saat lebaran ini. Yang sering sliweran dan wara wiri di mana- mana, yang sering sekali ketemu dengan orang itu lagi lebih dari sekali. Hingga hanya sekedar menghabiskan bensin di motor saya hanya sekedar untuk mencari spot yang bagus untuk saya abadikan dengan kamera pocket saya. Hasilnya nihil sekali. Impian saya saat akan berangkat adalah menemukan tempat yang lumayan sepi dan saya bisa menikmati hari itu sendiri ditemani dengan lagu di play list saya, dan sempurna!
Mungkin orang- orang yang dekat dengan saya kebanyakan akan banyak bertanya- tanya tentang hobby saya yang suka menyendiri itu. Banyak yang akan bertanya "Buat apa kamu pergi sendirian?"
Well, it's a silly question so far. But, OK I'm trying to be honest to loosen your curiosity.
Saya lebih suka sendiri. Kedengarannya aneh ya. Orang yang sudah mengenal saya akan mudah sekali menerka bahwa saya adalah orang yang suka dengan keramaian dan suka membuat suasana menjadi ramai. Tapi kenapa saya kemudian lebih mencintai moment indah sendirian?
Sederhana saja, saya lebih mencintai suasana sendiri. Mau bagaimana lagi, kalau memang saya suka dengan moment sendiri. Saya lebih merasa saya bisa menikmatinya 200% bahkan lebih mungkin. Jadi semisal ada orang lain yang menemani saya, bukan berarti saya akan berpikir bahwa dia merecoki suasana saya, bukan! Tapi saya hanya merasa bahwa ada banyak perenungan yang mungkin akan terlintas dalam imaji saya saat saya sendiri dan saya mampu menikmati semuanya dengan apa adanya.
Jujur saja, saya adalah seorang penikmat perjalanan. Bahkan saya sering memilih mengambil jalan yang lebih memutar hanya untuk menikmati jalan. Hanya untuk menikmati suasana saja. Menikmati sore. Menikmati suasana di saat saya mengendarai sepeda motor saya. Menikmati indahnya bisa melihat ramianya jalan. Dan itu sebuah sensasi. Dan saya menyukainya. Orang lain? Belum tentu mereka akan berpikiran sama dengan saya, tapi untuk apalah diributkan, toh mereka kan mempunyai cara mereka sendiri untuk menikmati kebahagiaan mereka, dan mungkin saya hanya akan berpendapat bahwa itu cara mereka untuk menikmatinya. Banyak cara menikmati kebahagiaan dan keindahan. Haruskah keindahan dan kebahagiaan diperdebatkan?
Bahkan ketika saya pergi ke beberapa mall atau sekedar supermarket saya pun memilih sendiri, jadi saya tidak merasa terpaksa pergi saat tak ada orang lain yang bersedia menemani saya untuk pergi. Toh, saya juga merasa saya masih OK- OK saja saat harus sendiri. Bukan berarti saya tidak mau ditemani, tapi daripada saya harus memaksa orang lain untuk menemani saya, lebih baik saya sendiri saja, kan juga tidak ada bedanya kan?
Setelah semua itu saya sedikit menarik kesimpulan atas apa yang sering saya lakukan. Kedengarannya memang sedikit selfish mungkin, tapi ya inilah saya. Tapi saya belajar memahami. Saya mungkin seseorang yang introvert, yang lebih menyukai kesendirian dan me-time, hanya sekedar untuk menikmati setiap moment yang saya lewati, menikmati setiap saat yang saya anggap ini adalah moment sempurna yang saya sangat sering meidam-idamkannya. Jadi saya hanya merasa bahwa ini adalah normal saja ketika saya menikmati moment itu dan saya tidak beranggapan saya salah apalagi aneh selama saya merasa bahwa ini sah- sah saja. Bahkan ketika ada orang yang melihat saya yang sendiri dengan pandangan agak sedikit sinis terhadap saya, bagi saya itu biasa saja. Kebebasan untuk berpendapat dan menyatakan ekspresi bagi saya adalah prioritas tertinggi yang saya junjung, selama dalam ranah dan wajah yang masih bisa diterima.
Saya memang serba aneh mungkin kali ya, sampai- sampai salah satu teman kerja saya berpendapat bahwa saya adalah orang yang sedikit hedonis.
Pertama ketika mendengar dia berkelakar semacam itu, saya berpikir sejenak, separah itukah saya? Sampai- sampai teman saya saja mengatakan bahwa saya adalah orang yang suka mencari kesenangan semata. Yang salah dari saya apa ya, kok kemudian saya dianggap orang yang mengincar kesenangan saja. Mungkin salah satunya adalah kegemaran saya yang sering plesir, begitu mungkin ya. Mungkin baginya saya terlalu meroyalkan diri hanya pada kesenangan saja, termasuk saat saya lebih memilih sendiri untuk pergi.
Bahkan ada yang lebih parah lagi, saat saya bercerita tentang pengalaman saya pergi- pergi tersebut yah walaupun perginya juga tidak jauh- jauh amat, hanya disekitaran gunung saja, kemudian ada yang berkomentar "Mbok jangan sendiri to, sama siapa gitu, cari pacar lah."
Kalau yang satu ini sangat menohok sekali. Saya memang terbiasa menyendiri. Dan mungkin inilah yang saya akui sebagai salah satu kebebasan berargumen. Sah- sah saja ketika dia mengatakan itu, dan ini tidak masalah bagi saya. Tapi bagi saya, selama saya masih enjoy dan tidak ada masalah tentang hal ini, ya saya menganggapnya ini wajar saja. Dan soal pasangan, bukan berarti saya tidak mencari, saya hanya merasa, bahwa Tuhan memiliki rencana untuk saya. Yang menjadi 'teman hidup' saya mungkin sudah digariskan oleh Tuhan, sudah disiapkan, sudah disediakan, tinggal waktu saja yang akan mempertemukan saya dan dia.
Sedikit egois mungkin, atau malah terlalu hedonis lagi. Well, everything goes alright. Saya masih senang dengan keadaan saya saat ini. Ibarat kata saya sedang menikmati kebebasan saya, kebebasan untuk menjadi diri saya, kebebasan untuk menikmati setiap moment yang ada pada diri saya, dan saat- saat indah yang mungkin hanya akan saya nikmati saat ini.
Tentang kebebasan dan kesendirian, saya hanya memaknainya satu. Sebuah keterikatan yang maha sempurna yang menuntun kita menjadi dewasa dan bijaksana. Dewasa untuk mencoba menerima apa pun yang ada, dewasa untuk berusaha memahami situasi saat ini dan berusaha menjadi bijaksana untuk menerimanya dan menikmatinya dengan cara kita. Tidak ada yang salah dengan pendapat orang lain untuk berkelakar apa adanya dan semaunya, karena mereka diberkahi mulut dan ide. Jadi, what's wrong, as long as, I do enjoy with what I did and everything seems OK nothing bothers me, and I honestly do not want to disgust what they do, I do normally, and these are my life.
Terimakasih telah mampir,
Salam
~Osy~
No comments:
Post a Comment