Sebenarnya apa pencapaian Anda dalam hidup ini?
Sederhana dan memikat. Sebuah pertanyaan jitu yang dilontarkan oleh siapa pun orangnya dan untuk siapapun dia. Satu saja pertanyaan sederhana yang kemudian menuntun kita pada sebuah perjalanan berarah maupun tanpa arah yang telah kita lalui sepanjang usia kita.
Baiklah, coba sekarang Anda membayangkan dan mengingat-ingat. Apa saja yang telah Anda lakukan pada diri Anda sepanjang usia Anda sekarang ini. Untuk ukuran saya yang saat ini saya mencapai usia berkepala 2 dan berekor 2 juga, saya merasa saat ini saya merasa sangat kecil, sangat lemah dan kadang hilang arah. Saya tidak bermaksud mengakomodir orang lain untuk kemudian meminta mereka semua untuk menghakimi saya yang sampai pada saat ini saya belum memiliki pencapaian berarti.
Saya jelas masih ingat sekali, ketika itu dia bertanya kepada saya lewat messaging. Sebenarnya simple saja. Dia bertanya, kalau sudah lulus kuliah mau jadi apa?
Saya kemudian membalasnya dengan penuh rasa bangga. Ya pengen tetep ngajar. Terus kalau bisa pengen kerja di Radio yang udah punya reputasi bagus. Saya senang dengan pertanyaan semacam ini, karena memicu saya untuk kembali mengingat-ingat lagi apa saja mimpi saya dan betapa saya ingin mencapainya, apa pun yang terjadi.
Tapi bagi saya, entah itu mimpi akan terwujud atau tidak, bagi saya dan teman- teman saya, saya cukup bersyukur dengan semuanya yang ada. Pernah teman saya kemudian berkelakar tentang mimpinya yang banyak sekali, kemudian teman saya yang lainnya berujar, baginya mimpi adalah mimpi. Sebuah batas pencapaian dan pembeda manusia dengan ciptaanNya yang lain, pembeda yang menjadi indikator kita untuk berlabel manusia, jadi entah mau terjadi atau tidak yang jelas kita sudah bermimpi, bermimpi untuk memiliki mimpi bukanlah hal yang mudah.
Kembali lagi ke pertanyaan teman saya yang menanyakan mau jadi apa saya ke depannya dan tentang jawaban saya itu dia cuman berkomentar satu hal. Standar banget mimpimu.
Saya jadi berpikir agak lama. Benarkah saya terlalu standar dalam bermimpi? Bukankah beberapa yang saya ujarkan itu sudah sangat WOW bagi saya.
Saya jadi lebih bertanya lagi. Apakah semua yang saya miliki ini terlalu standar? Mimpi saya saja dibilang standar. Jangan- jangan muka saya juga terlalu standar?
Tapi terlepas dari itu, kemudian saya belajar satu hal, dan memahami banyak hal. Saya mungkin melihat ke depan itu terlalu sederhana dan sangat real. Baiklah orang boleh berkelakar dengan sejuta argumennya tentang hal ini. Tapi saya sangat mengerti sekarang, bahwa hidup tidak serba mudah dan serba instan. Semuanya butuh yang namanya usaha keras untuk memulainya. Baginya mungkin mimpi- mimpi saya ini terlau umum dan biasa. Baginya mungkin saya masih harus memiliki sebuah rencana pencapaian yang lebih tinggi agar saya mampu memiliki daya saing di pasaran global ini. Yah, baiklah kalau begitu. Saya rasa memang ada benarnya.
Akan tetapi, bukan merupaka sebuah rahasia jika saya dan kebanyakan orang di dunia ini lebih memilih untuk going flow on the stream. Mengikuti arus hidup yang memang seperti ini. Untuk saat ini saya memilih mengikuti arus saja. Boleh dikata kemudian saya adalah orang yang pasif saja. Tapi well, this is it. Hidup sudah penuh dengan kejutan, bagi saya, kejutan- kejutan dalam hidup seperti layaknya kembang api di pentas malam tahun baru.
Saya sangat menikmati kemana hidup membawa saya. Ke sebuah tantangan baru yang sebelumnnya belum pernah saya coba, ataupun kembali mengingatkan saya akan kisah lalu yang pahit. Bagi saya itulah taste hidup, ketika kamu hidup berarti ada satu kontrak tak tertulis antara kita dengan Tuhan bahwa kita memang harus beresiko untuk jatuh berulang- ulang maupun untuk menyunggingkan senyum.
Dan saya merasa selama saya berada di aliran hidup saya benar- benar hidup dan saya mengerti kenapa saya hidup. Tapi, saya pun harus paham. Untuk mengikuti arus hidup itu bukanlah hal yang mudah. Saat hidup menempa kita dengan karang, berarti kita harus memiliki quality control untuk mengjalaunya.
Bahaigalah ketika Anda bermimpi dan berbahagialah ketika Anda mencapai mimpi Anda sebagai sebuah pencapaian dan ketegaran!
Baiklah, selamat menempuh hidup Anda dan bermimpilah! Karena kata Andrea Hirata dalam Edensornya, Tuhan akan memeluk mimpi kita! Selamat bermimpi dan berjuang!
Salam,
~Osy~

No comments:
Post a Comment