Saya mungkin terlalu keranjingan saja, tapi baiklah tak apa. Anda boleh berkata. Toh itu hak Anda. Saya hanya ingin berkelakar. Kalau Anda tak sudi saya mampir, silahkan tutup saja laman ini. Dan nikmati dunia Anda, saya hanya parasit mungkin. Jujur, karena modem saya sedang hangat- hangatnya terisi pulsa jadi izinkan saya menikmati kemerdekaan tanpa beban dalam menikmati salah satu cobaan terberat dalam dunia yang fana ini, internet.
Apa yang akan saya tulis ini mungkin saja terlihat basi dan biasa saja, tidak berbobot atau malah terlihat sampah saja. Tapi saya hanya ingin bercerita saja.
Oke, jujur saya sedang jatuh cinta dengan lagu- lagunya Abang Tulus ( @tulusm ). Saya sebenarnya sudah sering melihatnya di time line Twitter saya dari beberapa account radio di Jakarta, Semarang, Jogjakarta, Bali dan juga Bandung. Sepertinya untuk kota yang terakhir itu, dari sanalah suaranya yang Jazzy Pop itu muncul.
Well, saya adalah salah satu penggila musik jazz. Even, saya sendiri bukanlah orang yang piawai dalam bermusik, tapi bagi saya, saya sangat bersyukur masih bisa menikmati alunan musik yang indah dari musisi- musisi yang luar biasa dalam bermusik. Dan membuat saya semakin iri saja, coba ya saya bisa bernyanyi, pasti akan sangat lengkaplah dunia saya ini.
Pertama saya mendengarkan lagu Jazzy adalah saat saya mulai mengenal Maliq and D'Essentials ( @maliqmusik ). Saat pertama mendengarkan lagunya mereka, saya seperti diombang- ambingkan oleh lagu mereka. Semuanya komplit dan membawa sesuatu yang baru. Sepertinya saya mulai keracunan dengan lagu Pop Jazz sejak saat itu. Apalagi banyak lagi musisi yang semakin ke sini semakin membawakan lagu- lagu Jazz yang menyodoki perasaan saya saat dimainkan, saya menjadi semakin keranjingan.
Bahkan ada juga yang lebih energetic dan lebih pop lagi, RAN ( @RANforyourlife ) yang booming dengan lagu perdana mereka, Pandangan Pertama. Saya semakin galau dan meracau. Semuanya membuat saya gila. Dan saya semakin suka dengan jazz.
Saya merasa terbang saja, saat semua alat musik bersatu. Membentuk satu alunan indah bernadakan jazz. Saya serasa melambung di angkasa saat semuanya membaur menjadi satu. Entah saya tahu atau tidak nadanya, tapi saya bersyukur sangat bersyukur bahwa jazz mendamaikan dunia saya. Saya merasa mengalir saja saat musik jazz membawa saya ke dalam dunianya. Memelintir perasaan kadang dengan liriknya, atau sekedar penghibur semata.
Yang jelas saya bersyukur mengenal mereka, walau bahkan mereka tidak mengenal saya, tapi saya merasa berterimakasih. At least, saya merasai hidup saya. Memberi sedikit warna, pada hidup saya, memberi sedikit arti pada kehadiran saya.
Satu hal baru yang mungkin saya tahu, Tulus juga akan main di Java Soulnation 2012 bulan September mendatang. Sebuah kebahagian melihatnya, mungkin saya harus berkesempatan untuk menikmatinya juga.
Bahkan saat ada Java Jazz Festival, saya sangat antusias walau pun itu sepertinya mustahil untuk bisa menikmatinya, Sangat WOW sekali mungkin saat bisa melihat mereka langsung, tapi lewat lagunya saja saya pun sudah cukup bersyukur bisa mengenal mereka lebih dekat.

No comments:
Post a Comment